News

Korsel Tegaskan Koordinasi Erat dengan AS Terkait Uji Coba Rudal Korea Utara

Istanbul (KABARIN) - Korea Selatan (Korsel) pada Senin (29/6) menyatakan tetap menjalin koordinasi “erat” dengan Amerika Serikat terkait peluncuran rudal Korea Utara (Korut), di tengah sorotan atas keterlambatan pengumuman uji coba senjata terbaru Pyongyang.

Pertanyaan mengenai hal itu muncul setelah militer Korsel dinilai lambat mengumumkan uji coba sistem peluncur roket ganda dan sejumlah sistem persenjataan utama Korut yang digelar pekan lalu dan diawasi langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong Un.

Keterlambatan tersebut memunculkan dugaan adanya hambatan dalam deteksi awal atau penundaan informasi dari pihak militer Korsel, terutama di tengah laporan adanya pembatasan pertukaran informasi intelijen oleh Amerika Serikat terkait aktivitas militer Korut.

“Korea Selatan dan Amerika Serikat mendeteksi serta melacak secara seketika sejumlah proyektil yang diluncurkan Korea Utara pada 25 Juni, sambil mempertahankan koordinasi yang erat untuk menghadapi berbagai kemungkinan,” kata Wakil Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korsel Kolonel Lee Kyung-ho.

Lee menjelaskan bahwa proyektil yang diluncurkan tersebut diklasifikasikan sebagai “sistem persenjataan taktis”, sementara detail teknisnya masih dalam tahap analisis lebih lanjut.

Ia juga menegaskan bahwa kinerja kerja sama militer Korsel dan AS tidak seharusnya dipengaruhi oleh interpretasi politik.

Dalam uji coba tersebut, Korut disebut menguji sistem peluncur roket ganda 24 tabung kaliber 240 milimeter, hulu ledak untuk rudal balistik taktis, serta amunisi jarak jauh untuk howitzer swagerak kaliber 155 milimeter.

Isu ini kembali menyoroti efektivitas sistem deteksi dan pertukaran informasi intelijen antara Korsel dan AS dalam memantau aktivitas militer Korea Utara.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: